Home >> Menghadapi Plasenta Previa

Menghadapi Plasenta Previa

Wednesday, August 10th, 2016 | admin_alfianherbal | Uncategorized

Cara menghadapi plasenta previa, dan kenali sejak dini!!

Selamat datang di salah satu website resmi milik alfian herbal yang merupaka distributor resmi produk green world. Green world merupak pusat penjualan produk obat herbal yang terpercaya tersebar laus di indonesia dan di 25 negara dunia. Kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi menghadapi plasenta previa. Bagi masyrakat awan sangat aneh untuk di dengar tentang plasenta previa, tetapi langkah baiknya anda mengenal lebih jauh, maka dari ini kami akan bahas simak ulasan di bawah ini.

Plasenta atau ari-ari akan terbentuk dalam rahim saat seorang wanita menjadi hamil. Organ ini berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk bayi, sekaligus mengangkat zat-zat buangan dari darah bayi. Selama masa kehamilan, rahim seorang wanita akan berkembang dan plasenta yang normal akan melebar ke arah atas, menjauhi leher rahim atau serviks. Jika tetap berada di bagian bawah rahim atau di dekat serviks, plasenta dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sang bayi. Kondisi inilah yang disebut plasenta previa.

Klasifikasi Plasenta Previa, Gejala dan Penyebabnya

Placenta previa terjadi pada 1 dari 200 kehamilan, placenta previa merupakan kondisi di mana plasenta melekat pada bagian bawah rahim sedemikian rupa sehingga menutupi bukaan leher rahim. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan awal kehamilan, jika seorang ibu hamil mengalami placenta previa, ia dan janin akan memiliki resiko pendarahan berlebih jika kondisi ini terus berlangsung selama kehamilan hingga saat persalinan tiba. Selain placenta previa, letak placenta juga bisa mengalami ketidaknormalan yang disebut plasenta rendah (low-lying placenta), dimana plasenta terletak sangat dekat dengan bukaan rahim tapi tidak sampai menutupinya. Placenta previa jarang terjadi pada kehamilan pertama seorang ibu, tapi kecenderunganya untuk terjadinya kondisi semakin meningkat pada kehamilan-kehamilan berikutnya.Placenta Previa terbagi atas tiga tipe :

menghadapi plasenta previa

  1. Placenta Previa Total : Bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.
  2. Placenta Previa Lateralis : Bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.
  3. Placenta Previa Marjinal : Bila pinggir plasenta berasa tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir.
  4. Plasenta Letak rendah : Bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir.

Ciri-ciri Plasenta Previa

  • Pendarahan tanpa nyeri.
  • Pendarahan berulang.
  • Warna pendarahan merah segar.
  • Timbulnya perlahan-lahan.
  • Waktu terjadinya saat hamil.
  • Denyut jantung janin ada.
  • Presentasi mungkin abnormal.
  • His biasanya tidak ada.
  • Rasa tidak tegang saat palpasi.
  • Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul.
  • Teraba jaringa plasenta pada periksa dalm vagina.
  • Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah.

Gejala-gejala Plasenta Previa

Plasenta previa merupakan kondisi yang jarang dialami oleh ibu hamil. Tetapi risiko ini tetap harus diwaspadai karena dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi di kandungan. Ibu hamil dengan plasenta previa terbukti memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan sebelum kelahiran. Gejala utama dari kondisi ini adalah pendarahan tanpa disertai rasa sakit, yang biasanya terjadi pada tiga bulan terakhir masa kehamilan. Tetapi tidak semua ibu hamil dengan kondisi ini akan mengalami pendarahan.

Pendarahan umumnya terjadi secara tiba-tiba dan volume darah bisa banyak atau sedikit. Pendarahan dapat berhenti dengan sendirinya, tapi akan kembali muncul dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Selain itu, sebagian ibu hamil juga ada yang mengalami kontraksi dan nyeri di punggung atau perut bagian bawah. Jika mengalami pendarahan dalam trimester kedua atau ketiga, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Ibu hamil yang mengalami pendarahan hebat dianjurkan untuk segera ke rumah sakit.

Penyebab Plasenta Previa

Penyebab pasti plasenta previa belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalaminya. Beberapa faktor resikonya antara lain:

  • Pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.
  • Berusia 35 tahun atau lebih.
  • Pernah melahirkan sebelumnya.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim, misalnya kuret atau pengangkatan mioma.
  • Menggunakan kokain.
  • Pernah menjalani operasi caesar

Menghadapi Plasenta Previa

Untuk memeriksa secara pasti posisi dan dalamnya pelekatan plasenta, dokter kandungan biasa menggunalan Ultrasonografi (USG) yang dapat memperlihatkan keadaan di dalam rahim. Mengetahui hal ini akan membantu dokter untuk memperkirakan berapa banyak pendarahan dapat terjadi sehingga dapat dicarikan solusi terbaiknya.

Menghadapi plasenta previa | Apabila terjadi pendarahan, maka dokter akan melihat apakah bayi harus segera dilahirkan atau pendarahan masih bisa diatasi. Sebisa mungkin, jika pendarahan terjadi pada saat kandungan belum berusia 36 minggu, akan diusahakan untuk mengatasi pendarahan agar kehamilan dapat dilanjutkan sampai janin cukup umur untuk dilahirkan, kurang lebih sampai kandungan berusia 36 minggu. Wanita hamil dengan Plasenta Previa tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal karena akan mengakibatkan pendarahan hebat. Apabila telah diketahui seorang ibu Plasenta Previa, maka untuk mencegah terjadinya pendarahan yaitu:

1. Mengurangi aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang berat dapat memicu terjadinya kontraksi.

2. Bed rest

Jika sudah mengalami pendarahan berulang kali dan dalam jumlah banyak, disarankan agar bedr rest total untuk mencegah terjadinya kotraksi dan pendarahan yang lebih banyak .

3. Pelvic rest

Yaitu tidak melakukan hal-hal pada vagina yang berpotensi menyebabkna terjadinya pendarahan. Misalnya, tidak melakukan hubungan seks, membersihkan vagina menggunakan cairan atau alat tertentu, menggunakan pembalut vagina.

Pada kasus Plasenta Previa yang sudah parah, penderitanya harus diopname di rumah sakit agar dokter mudah melakukan kontrol. Penanganan yang akan dilakukan dokter adalah memberikan obat-obatan untuk mencegah kontraksi dan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru janin untuk kemungkinan apabila janin harus segera dilahirkan. Karena tidak boleh sampai kontraksi, maka segera hubungi dokter jika Anda merasakan kontraksi perut (perut terasa sangat keras) atau keluar bercak darah. Karena itu merupakan tanda-tanda awal kontraksi yang berbahaya. Segera hubungi dokter dan menuju rumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat.

Demikian informasi ang kami sajikan menghadapi plasenta previa, semoga bermnafaat bagi para pembaca. Terimakasih atas kunjungannya. Salam Sehat!!

Menghadapi Plasenta Previa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *