Home >> Macam-Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak

Tag: alergi makanan

Macam-Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak

Informasi macam-macam tes pemeriksaan alergi pada anak agar secepatnya terdeteksi.

Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di salah satu situs resmi milik alfian herbal, yang merupakan pusa penjualan obat, suplemen, vitamin herbal yang terbukti ampuh untuk mengatasi berbagai keluhat terhadap tubuh anda. Kesempatana kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi macam-macam tes pemeriksaan alergi pada anak.

Alergi pada anak adalah suatu kondisi reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap bahan-bahan asing yang dianggap berbahaya bagi tubuh, walaupun sebenarnya hal itu tidaklah demikian. Alergi ini bisa saja terjadi selain dari zat tertentu yang dianggap berbahaya bagi tubuh, walaupun sebenarnya hal ini tidaklah demikian. Alergi ini bisa saja terjadi, selain dari zat tertentu yang dianggap berbahaya masuk dalam tubuh juga bisa karena bersentuhan terhadap sesuatu yang memcu perilaku hipersensitif dan timbulnya reaksi secara imunologi pada tubuh anak itu sendiri.

Macam-Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak

Ada beberapa macam tes pemeriksaan medis yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa sang anak memang benar-benar terkena alergi. Pemeriksaan ini dibuthkan untuk diagnosis maupun mengetahui kondisi allergen dalam rangka menghindari reaksi alergi sehingga alergi pada anak dapat tertangani dan memudahkan upaya agar alergi tersebut tidak terulang lagi.

Uji provokasi makanan terbuka

Penderita yang diduga mengalami alaergi makanan dilakukan uji provokasi dengan cara memilih makanan yang diduga menjadi menyebabkan alergi itu sendiri. Namun sebaiknya dimulai memilih makanan yang kemungkinan alerginya lebih rendah dahulu. Setelah itu, penderita mengomsumsi makanan tersebut seperti biasa selama 1 minggu. Misalnya: seseorang diduga menderita alergi telur. Maka dalam 1 minggu penderita mengonsumsi telur seperti biasa. Jika muncul tanda alergi, misalnya bentol-bentol atau gatal pada hari ke-2 setelah mengonsumsi telur, maka pada hari ke-3 konsumsi telur dihentikan. Jika setelah 1 minggu mengonsumsi makanan tersebut timbul gejala alergi, maka makanan tersebut dicurigai sebagai penyebab alergi. Setelah itu, dilakukan 3 kali uji provokasi diwaktu yang berbeda terhadap makanan yang sama. Jika hasilnya tetap positif, maka makanan tersebut dikatakan sebagai penyebab alergi. Namun jika reaksi alergi yang muncul cukup berat maka uji provokasi makanan harus dilakukan dibawah pengawasan dokter.

Uji tusuk (skin prick test/SPT)

Tes ini dilakukan dengan cara menenteskan ekstrak allergen dalam gliserin dipermukaan kulit anak yang terkena alergi lalu lapisan atas kulit ditusuk dan dicungkil keatas dengan jarum khusus dan bila terbentuk konddisi indurasi lebih dari 2 mm maka sang anak dapat dikatakan positif terkena alergi.

Uji temple (patch test)

Uji temple (patch test) adalah uji tes alergi dengan cara allergen yang dicurigai ditempelkan pada kulit dan jika terdapat kemerahan dalam 48/72 jam, maka positif terkena alergi.

Uji provokasi makanan buta ganda

Uji provokasi makan buta ganda adalah uji standar untuk menentukan penyebab alergi makanan. Makanan tersebut dikemas menjadi kapsul dan setelah itu, dikonsumsi secara bertahap oleh penderita yang diduga memiliki alergi terhadap makanan. Jika pada dosis tertentu tidak terjadi reaksi alergi, maka dapat dilakukan uji provokasi makanan terbuka. Jika gejala alergi berat atau anak berisiko menderita gejala alergi yang berat atau reaksi alergi maka uji provokasi makanan dapat dilakukan dirumah sakit dalam pengawasan dokter. Demikian sedikit uraian berkenaan alergi pada anak serta macam-macam tes/uji pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh medis untuk memastikan apakah sang anak benar-benar terkena atau menderita alergi.

Pemeriksaan kadar IgE spesifik atau IgE serum

Bila seseorang terkenal alergi biasanya kadar IgE serum akan menjadi lebih tinggi dibandingkan saat kondisi normal untuk pemeriksaan kadar IgE spesifik atau IgE serum pada anak dapat membuktikan apakah sanga anak benar-benar terkena alergi atau karena penyebab lainnya.

Pemeriksaan jumlah eosinophil

Pada laergi, biasanya terjadi eosinofilia yaitu peningkatan jumlah sel darah putih sebagai pengendali alergi. Untuk itu pemeriksaan jumlah eosinophil sangat diperlukan untuk memastikan apakah anak emmang benar terkena alergi.

Macam-Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak

Gejala-gejala Terhadap Alergi Makanan

Sekita satu dari tempat orang mengira bahwa mereka alergi terhadap makanan tertentu. Pada kenyataannya, hanya sekitar 4 persen dari usia 5 tahun atau lebih yang benar-benar memiliki alergi terhadap makanan.

Pada alergi makanan, sistem pertahanan tubuh, yang disebut sistem kekebalan tubuh, bereaksi dengan komponen makanan tertentu seolah-olah makanan itu adalah zat berbahaya bagi tubuh. Gejala dari reaksi alergi makanan biasanya muncul dalam beberapa menit sampai satu jam setelah makan makanan tertentu.

Gejala-gejala Terhadap Alergi Makanan

Gejala-gejala Terhadap Alergi Makanan

Jika anda alergi terhadap makanan tertntu, biasanya akan terasa gatal di mulut seketika setelah makan -makanan tersebut :

  • Hidung bisa menjadi pengap atau gatal.
  • Bisa juga mulai timbul bersin-bersin.
  • Mata menjadi gatal-dan mengeluarkan banyak air mata.
  • Bibir menjadi bengkak, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian lain dari tubuh juga bisa gatal dan membengkak.
  • Setelah makan mencapai perut, anda mungkin mengalami gejala seperti muntah, diare, atau kram perut.
  • Kulit bisa menjadi metah, gatal dan muncul ruam.

Reaksi Anafilaksis

Bagi sebagian orang, reaksi alergi makanan tidak menyebabkan masalah serius. Namun bagi sebagian yang lainnya, reaksi alergi makanan dapat menyebabkan kondisi yang parah bahkan kematian. Reaksi yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh alergi.

Gejala Reaksi Anaffilaksis
  • Suara serak, tenggorokan sesak, dan terdapat benjolan di tenggorokan.
  • Mengi, dada sesak, dan sulit bernapas.
  • Denyut jantung cepat.
  • Pusing, melayang, atau pingsan.
  • Kesemutan di tangan, kaki, bibir, atau kulit kepala.
  • Dingin pada kulit, keabu-abuan atau kebiru-biruan dan berkeringat.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala tersebut setelah makan sesuatu, segera hubungi dokter. Anafilaksis memerlukan perawatan darurat dengan obat yang disebut epinefrin.

Jenis makanan apa saja yang menyebabkan Alergi ?

  • Pada orang dewasa, makanan yang paling sering menimbulkan reaksi alergi antara lain:
  • Kerang, tiram, udang, lobster, dan kepiting
  • Kacang Pohon kacang, seperti walnut, kacang mete, dan kemiri
  • Ikan (termasuk ikan tongkol)
  • Telur

Gejala yang mirip Alergi Makanan

Masalah medis lainnya dapat memiliki beberapa gejala yang sama seperti alergi makanan, seperti:

  • Makanan keracunan dari makanan yang terkontaminasi atau makanan yang mengandung racun, seperti jamur tertent.
  • Intoleransi Laktosa
  • Irritable bowel syndrome
  • Reaksi terhadap sejumlah besar dari beberapa aditif makanan, seperti MSG (penyedap rasa)

Diagnosis dan pengobatan Alergi makanan
Pengobatan terbaik untuk alergi makanan adalah dengan menghindari makanan yang menyebabkan gejala alergi bagi anda.

Oleh karena itu sangat perlu membaca bahan pada label makanan untuk memastikan bahwa makanan tidak mengandung apa pun yang mungkin menyebabkan alergi bagi anda. Jika Anda mengalami reaksi anafilaksis terhadap makanan tertentu, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan suntikan darurat jika diperlukan.

Demikianlah beberapa gejala-gejala terhadap alergi makanan, yang dapat kami sampaikan untuk anda semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya. Salam Sehat!

Gejala-gejala Terhadap Alergi Makanan