Home >> Waspadai Penyakit Meningitis Pada Anak

Tag: Hati-hati meningitis tularkan kepada anak

Waspadai Penyakit Meningitis Pada Anak

Kenali Dan Waspadai Penyakit Meningitis Pada Anak

Selamat datang di salah satu situs resmi milik alfian herbal yang merupkan agen resmi pusat penjualan obat herbal produk green world yang aman dan mudah di dapatkan hanya di pihak aldfian saja. Kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi waspadai penyakit meningitis pada anak.

Data meningitis di seluruh Indonesia belum ada yang tepat karena kasus meningitis sering kali disangka sebagai penyakit atau infeksi lain. Dilihat dari tingkat fatal penyakit meningitis, penyakit ini patut diwaspadai dan tidak boleh dianggap enteng. Data penderita meningitis di Indonesia yang terbaru berasal dari kedokteran anak. Menurut data di rumah sakit rujukan nasional (RSCM), dalam satu tahun (Oktober 2003 hingga Oktober 2004) jumlah bayi penderita meningitis bakterialis berjumlah 18 jiwa dari total 3289 kelahiran dengan memenuhi kriteria positif pada pemeriksaan kultur cairan sumsum tulang belakang dan gambaran pleiositosis (peningkatan jumlah sel darah putih pada cairan sumsum tulang belakang).

waspadai penyakit meningitis pada anak

Sejak tahun 2002, merupakan suatu kewajiban bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji untuk terlebih dahulu menerima vaksinasi meningitis. Langkah ini diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk meminimalisasi terjangkitnya penyakit meningitis di antara para calon haji. Vaksinasi biasanya dilakukan satu bulan sebelum jadwal penerbangan.

Kualifikasi Pengerian, gejala dan tipe penyakit meningitis

Meningitis merupakan salah satu penyakit yang terbilang mematikan dan hingga sekarang masih misterius. Meningitis terjadi pada membran pelindung yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Infeksi tersebut dapat menyebabkan membran pelindung yang disebut sebagai meninges mengalami peradangan yang dapat merusak saraf dan otak. Sama halnya dengan beberapa penyakit lainnya, meningitis pun bisa diderita oleh siapa pun, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Gejala Meningitis yang Terjadi pada Anak-anak

Penyakit ini sering diderita oleh bayi dan anak-anak, tapi semua orang di segala usia bisa mengidap meningitis juga. Tanda-tanda yang terjadi pada anak-anak adalah:

  • Mereka mungkin merasa gelisah, tapi tidak ingin disentuh
  • Demam tinggi dengan tangan dan kaki terasa dingin
  • Menangis seperti melengking (high pitched cry) secara terus menerus
  • Terlihat bingung, lemas, dan kurang responsif
  • Beberapa anak akan mudah mengantuk dan sulit dibangunkan
  • Mungkin ada ruam merah yang tidak hilang ketika gelas digulirkan dengan sedikit ditekan di atasnya
  • Menolak menyusu atau makan disertai muntah
  • Kejang-kejang

Adapun gejala meningitis yang terjadi pada anak-anak yang lebih besar, remaja, dan orang dewasa, meliputi:

  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Demam dengan tinggi suhu 38°C atau lebih dengan kaki dan tangan terasa dingin
  • Napas cepat
  • Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
  • Ruam kulit berupa bintik-bintik merah yang tersebar (tidak terjadi pada semua orang)
  • Kejang-kejang

Terdapat kemungkinan bahwa tidak semua orang akan mengalami semua gejala-gejala di atas. Cari bantuan medis secepatnya jika Anda melihat beberapa gejala meningitis terjadi pada anak-anak.

Tipe Meningitis

Meningitis bakterialis

Meningitis jenis ini disebabkan bakteri dan menyebar melalui kontak jarak dekat. Jika tidak ditangani, bisa menyebabkan kerusakan otak parah, kehilangan indera pendengaran dan menimbulkan infeksi pada darah (septikemia). Penderita meningitis bakterialis kebanyakan bayi berusia di bawah satu tahun.

Meningitis virus

Sedangkan penyebab meningitis virus adalah virus yang bisa menyebar melalui batuk, bersin dan lingkungan yang tidak higienis. Meningitis virus memiliki kesamaan gejala dengan flu. Anak berusia di bawah lima tahun dan seseorang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih besar untuk tertular meningitis virus.

Meningitis jamur

Meningitis jamur biasanya merupakan hasil dari menyebarnya jamur di sumsum tulang belakang melalui aliran darah. Resiko seseorang terkena meningitis jamur akan meningkat ketika sistem kekebalan tubuhnya terganggu, seperti pada penderita HIV dan kanker. Beberapa gejala meningitis jamur adalah penderita akan sensitif terhadap cahaya dan merasa kebingungan.

Meningitis parasit

Meningitis jenis ini disebabkan oleh parasit yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Amuba yang menyebabkan meningitis parasit umumnya adalah Naegleria fowleri. Amuba ini biasanya ditemukan pada danau, sungai air tawar yang bersuhu hangat, sumber air panas bumi, kolam renang yang tidak dirawat, pemanas air dan tanah.

Meningitis Non-infeksi

Ada lebih dari satu faktor penyebab meningitis non-infeksi. Meningitis jenis ini tidak menular dan memiliki gejala umum yang sama seperti meningitis jenis lainnya. 

Usia yang paling rentan adalah anak-anak dan seringkali ditularkan saat musim panas. Dan saat menyadarinya bahwa hal tersebut merupakan meningitis jangan menunggu hingga ruam berwarna keunguan terlihat, karena tidak semua anak mengalami ruam. Jika dicurigai Anda mengidap meningitis, perawatan tidak dapat ditunda dan harus segera dimulai sebelum diagnosis dinyatakan positif mengingat bahayanya kondisi meningitis.

Nah, untuk mengetahui keberadaan meningitis, Anda bisa melakukan tes kecil dengan menggunakan kaca yang ditempel ke kulit. Jika ruam pada kulit tidak memudar, berarti ruam yang muncul merupakan bagian dari adanya meningococcal septicaemia. Ruam yang muncul ini akan terlihat seperti bekas tusukan jarum yang berkumpul dan kemudian akan berubah menjadi seperti memar. Jika ditekan dan ruam tidak hilang, inilah tanda kondisi harus segera diperiksakan ke dokter.

Bagi meningitis akibat virus, kondisi penderita akan membaik dalam jangka waktu dua minggu, dengan banyak beristirahat, penghilang rasa sakit untuk sakit kepala serta obat anti mual untuk mengatasi rasa mual. Sementara itu, meningitis bakteri perlu dirawat dengan antibiotik yang dialiri melalui infus yang dimasukkan ke pembuluh nadi pada lengan. Penderita meningitis perlu dirawat inap di rumah sakit untuk perawatan intensif dan pengawasan medis ketat.

Penyebab kematian akibat meningitis saat ini kebanyakan diakibatkan oleh terjadinya keracunan darah atau septicaemia dan tidak lagi karena meningitis. Penyakit meningococcal ini dapat menimbulkan komplikasi seperti hilangnya pendengaran setelah mengidap meningitis bakteri. Dan memberikan vaksin merupakan cara yang paling tepat dan ampuh untuk mencegah meningitis.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, terima kasih sudah berkunjung.

Waspadai Penyakit Meningitis Pada Anak